SIARAN PERS
AKSI DAMAI PEMILIH DAN PENDUKUNG SBY DI DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA
SYAMSUL SIANTURI, SH : TERUS DUKUNG PEMERINTAH SBY
Jakarta (01/11) Tiga ribu lebih massa yang tergabung dalam Organisasi kemasyarakatan Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1), Senin (1/11) melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara. Aksi damai FKI-1 selain mengusung baliho SBY juga mengusung berbagai spanduk yang bertuliskan ”JUJUR BERDEMOKRASI, KAMI PEMILIH SBY PADA PILPRES 2004 & 2009 TERUS DUKUNG PEMERINTAH SBY”.
Aksi damai mengungkapkan diri sebagai pendukung dan pemilih SBY pada Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2004 dan tahun 2009 serta terus mendukung pemerintah SBY baru kali ini dilakukan pendukung SBY sejak memenangkan Pilpres tahun 2004 dan menjadi Presiden Republik Indonesia. Selain itu juga dilakukan kegiatan DOA UNTUK INDONESIA DAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.
Syamsul Sianturi, SH, penasehat FKI-1 Provinsi Sumatera Utara yang didampingi, Drs. Zulkodah Dasopang, (Ketua FKI-1 Provinsi Sumut), Nanang Soetardjo, MBA (Ketua LBH FKI-1 Provinsi Sumut dan pengurus FKI-1 se Provinsi Sumatera Utara membacakan lima butir pernyataan sikap yakni ; Kami, anak bangsa negara Republik Indonesia yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Se Provinsi Sumatera Utara, pada hari ini, Senin 1 November 2010 di Depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara menghimbau dan mengajak seluruh anak bangsa, dari Sabang hingga Merauke untuk, Pertama Jujurlah Dalam Berdemokrasi. Jangan lagi berupaya melakukan berbagai hal, berbagai aspek yang mengganggu pemerintah daerah, Kabupaten, Kota, Provinsi maupun Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh pemimpin yang syah berdasarkan undang-undang pada Pemilu Kepala Daerah maupun Pemilu Presiden karena selain mengganggu konsentrasi pemimpin yang dipilih oleh rakyat dalam melaksanakan program kerjanya untuk mensejahterahkan rakyat juga tidak mendidik rakyat dalam berpolitik, berbangsa dan bernegara. Kedua, Para Wakil Rakyat atau Legsilatif Disemua Tingkatan, Kabupaten, Kota, Provinsi dan Pusat, segeralah mulai melakukan inventarisasi, analisa dan bila perlu menghapus berbagai Peraturan Daerah (Perda-Perda) maupun Undang-Undang yang tidak lagi berpihak kepada rakyat karena rakyat sebagai pemilih pada Pemilu Legislatif, sejak menentukan pilihannya telah bertekad dan berharap bahwa Wakil Rakyat adalah saluran aspirasi dan pembawa pencerahan kehidupan rakyat. Ingat Rakyat Pemilik kedaulatan. Ketiga, Pada Pemilu Presiden tahun 2004 dan Pemilu Presiden 2009, Susilo Bambang Yudhoyono telah dipilih oleh rakyat, diantaranya pengurus, kader dan simpatisan FKI-1 di seluruh wilayah tanah air, secara syah berdasarkan Undang-Undang dan menjadi Presiden Republik Indonesia. Karenanya, rakyat Indonesia, rakyat pendukung dan pemilih Susilo Bambang Yudhoyono, terus mendukung pemerintah yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - Budiono mewujudkan perubahan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Keempat, Korupsi menyengsarakan rakyat. Semua anak bangsa harus peka, peduli dan segera mengantisipasi agar tindak korupsi tidak terjadi di semua instrumen atau lembaga negara. Karena tindak korupsi sama dengan mengambil hak-hak rakyat. Kelima, Duka atau musibah bencana yang terjadi di tanah air adalah musibah dan duka kita bersama. Karenanya, kepada semua anak bangsa agar meningkatkan kepedulian kepada sesama dan kepada semuah mahluk ciptaan NYA serta lebih mensyukuri karunia yang dilimpahkan NYA. Dan atas nama Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1), pernyataan sikap ini disampaikan untuk diketahui dan ditanamkan disanubari seluruh anak bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia, diwujudkan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sejahterahnya rakyat Indonesia. Kelima, Duka atau musibah bencana yang terjadi di tanah air adalah musibah dan duka kita bersama. Karenanya, kepada semua anak bangsa agar meningkatkan kepedulian kepada sesama dan kepada semuah mahluk ciptaan NYA serta lebih mensyukuri karunia yang dilimpahkan NYA. Dan atas nama Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1),pernyataan sikap ini disampaikan untuk diketahui dan ditanamkan disanubari selurh anak bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia, diwujudkan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sejahterahnya rakyat Indonesia.
Syamsul Sianturi, SH dalam orasinya juga mengingatkan, agar seluruh anak bangsa tidak lagi saling menyalahkan dan merasa paling berjasa dalam berbangsa dan bernegara, karena rakyat sebagai pemilik kedaulatan sudah menentukan pilihannya kepada Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu Presiden tahun 2004 dan tahun 2009 untuk memimpin negeri ini.
”Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, pilihan rakyat dalam pesta demokrasi yang syah dan kami sebagai pemilihnya juga terus mendukung pemerintahannya hingga selesai dan mendukung program-programnya dalam memberantas korupsi karena korupsi adalah sebuah perbuatan yang mengambil hak-hak rakyat,” tegas Syamsul Sianturi.
Sementara Drs. Zulkodah Dasopang mengingatkan agar elit politik atau tokoh nasional jangan bertamengkan rakyat, mengkritik pemerintah yang sedang berkuasa padahal bernafsu untuk mendapatkan jabatan di pemerintahan. Tindakan tersebut selain tidak mendidik rakyat dalam berpolitik juga akan memecahbelah rakyat dalam berkehidupan.
”Hai para elit politik, tokoh nasional, jangan bertamengkan suara rakyat hanya untuk meraih kekuasaan atau jabatan. Jangan ganggu pemerintah yang syah dipilih oleh rakyat dan Ingat, rakyat sudah semakin mengetahui mana pemimpin yang sebenar-benarnya pemimpin,”ujarZulkodah Dasopangseraya menyebutkan agar legislatif di semua tingkatan segera mulai menghapus peraturan-peraturan daerah dan undang-undang yang tidak senapas lagi dengan era perubahan serta tidak berpihak kepada rakyat, karena eksekutif dan yudikatif sebagai pelaksana keputusan-keputusan politik atau legislatif tidak akan dapat bekerja maksimal bila peraturan-peraturan daerah maupun undang-undang yang ada lemah dan tidak lebih berpihak kepada rakyat. Selain itu, jangan pada akhir masa pemerintahan SBY tahun 2014 disebutkan bahwa SBY gagal, padahal sistem atau perangkat undang-undang yang ada saat ini masih mempergunakan produk-produk masa lalu.
”Rakyat jangan dibingungkan dengan berbagai opini yang keliru. Rakyat tahu bahwa SBY bekerja beradasarkan undang-undang produk-produk lama yang sudah tidak senapas lagi dengan era perubahan,” ungkap Zulkodah Dasopang.
Untuk diketahui, FKI-1 merupakan ormas independen pendukung SBY sejak tahun 2004 dan kini telah berdiri di 33 Provinsi dan 428 Kabupaten Kota dan aktif mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam pemberantasan korupsi.
Jakarta, Medan, 1 November 2010
Drs. Zulkodah Dasopang
ttd
Ketua FKI-1 Provinsi Sumut
Sekretariat: Gd. Dewan Pers. Jl.Kebon Sirih No: 32-34 Jakarta Pusat. Tlp: (+6221) 3503-349, 3864-167. Hp. +62818-798-586.Email : fkisatupusat@gmail.com.Website :www.apindonesia.com.