SIARAN PERS DPP FKI-1
PARPOL KOALISI KE SBY UMUMNYA BAWA GERBONG KOSONG
Ketum DPP FKI-1:SBY Harus Segera Mengantisipasi
Jakarta, (21/6). Dari pengamatan langsung di berbagai wilayah, media massa dan fakta yang ada dilapangan dimungkinkan bahwa umumnya partai politik yang menyatakan mendukung (koalisi) ke partai Demokrat dalam mengusung SBY-Boediono pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli mendatang perlu diinvetarisir ulang karena diduga hanya gerbong kosong alias tanpa penumpang (konstituen;kader). Selain itu, jangan terjebak dengan hasil survey berbagai lembaga survey yang menyatakan bahwa elektabilitas SBY masih lebih unggul dibandingkan Capres lain yang akhirnya mengulang pengalaman pahit yang dialami Megawati pada Pilpres 2004. Juga diduga Timkamnas dan Timkamda SBY-BOEDINO dihampir semua wilayah terkesan kurang koperatif dengan berbagi elemen/komponen masyarakat yang ada di daerah, kurang melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan terkesan hanya menghandalkan kepopuleran SBY.
Demikian dikemukakan M.Julian Manurung, Ketua Umum Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) seusai berkunjung dari berbagai daerah (21/6) seraya mengungkapkan, SBY bila benar ingin memimpin negeri ini kembali harus segera mengevaluasi kinerja parpol koalisi, Timkamnas dan Timkamda yang ada agar peristiwa pahit Capres PDIP pada 2004 tidak dialaminya dan keinginan takyat pada SBY untuk meneruskan program-program kerjanya mensejahterakan rakyat dapat diteruskan.
“Memperihatinkan. Secara langsung saya melihat, menganalisa dan membuktikan fakta-fakta dilapangan bahwa parpol koalisi termasuk Timkamnas dan Timkamda di berbagai daerah tidak bekerja maksimal, hanya membawa gerbong kosong serta hanya menghandalkan kepopuleran SBY. Dan apa yang telah menjadi opini publik, baik ditingkat nasional maupun lokal tentang perbedaan pendapat parpol koalisi dalam mendukung SBY serta terjadinya dualisme kepengurusan DPP atau saling pecat dari parpol koalisi ternyata berdampak negative di daerah-daerah,”sebut M.Julian Manurung yang juga mengingatkan agar Timkamnas dan Timkamda lebih koperatif terhadap berbagai komponen masyarakat yang ada di daerah-daerah agar sosialisasi yang diemban benar-benar efektif sampai ke masyarakat, bukan malah mendirikan komponen-komponen atau organ-organ baru yang biasanya akan bubar seusai Pilpres.
“Cek dan silahkan bantah apa yang saya sebutkan ini karena memang itu semua benar-benar terjadi dan herannya malah ada oknum parpol koalisi termasuk dari Partai Demokrat yang mendirikan Ormas/LSM baru untuk mendekatin masyarakat. Ini kan aneh dan kenapa tidak komponen masyarakat yang ada di masing-masing daerah yang sudah jelas warnanya sejak dahulu mendukung SBY yang diberdayakan. Jangan terulang pengalaman tahun 2004, dimana ada oknum pendukung Capres yang mendirikan Organ/Ormas menjelang Pilpres tetapi bubarnya nggak jelas kapan dan bahkan kita mau ziarahi makam Organ/Ormas tersebut tidak jelas dimana dimakamkan,”ungkap M.Julian Manurung yang juga telah mendengar ada beberapa Ormas atau komponen masyarakat di tingkat pusat maupun daerah yang selama ini dan bahkan sejak Pilpres 2004 mendukung SBY akan menarik dukunganya pada detik-detik hari menjelang Pilpres 8 Juli 2009 karena merasa tidak mendapatkan saluran komunikasi yang positif selama ini.
“Ini jangan dianggap remeh karena diakui atau tidak akan berdapak negative kepada masyarakat dan masyarakat akan bertanya kok ormas/organ masyarakat saja sudah sulit berkomunikasi, apalagi rakyat nantinya? Karenanya secara pribadi saya berharap Pak SBY mau meluangkan waktu memperhatikan hal ini karena sangat-sangat disayangkan bila keinginan rakyat agar Pak SBY dapat meneruskan kepemimpinannya terhalang atau gagal hanya karena hal tersebut,”kata Julian Manurung yang mengaku merasa perlu menyampaikan hal ini karena Ormas FKI-1 yang dipimpinnya merupakan embrio dari Gerakan Relawan SBY yang ikut memulusan SBY menang pada Pilpres 2004 dan menjadi Presden Republik Indonesia. Dan FKI-1 saat ini telah berdiri di 33 Provinsi dan 425 Kabupaten Kota dan bahkan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) FKI-1 pada tanggal 1-3 Desember 2008 di Jakarta telah secara bulat diputuskan untuk mendukung dan memenangkan SBY pada Pilpres 8 Juli 2009 mendatang.
M.Julian Manurung menambahkan, FKI-1 bukan ormas yang lahir karena kontrak politik tetapi karena kontrak sosial masyarakat yang ingin terjadinya perubahan nasib rakyat maka seja berdiri dan sampai sekarang aktif melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat dan dalam bidang advokasi.
Jakarta,21 Juni 2009
Ketua Umum DPP FKI-1
Ttd.
(M.Julian Manurung)
Sekretariat:Gd.Dewan Pers.Jl.Kebon Sirih No:32-34 Jakarta Pusat.Tlp:0213503349, 3864167.Hp.0818798586.Emai:satufki@gmail.com.Website:www.apindonesia.com.